Visi, Misi, dan Lambang Kota Jogja

Yogyakarta, kota yang memiliki banyak daya tarik didalamnya. Keberadaan kota yang memiliki beragam predikat ini berawal dari berdirinya Kasultanannya Yogyakarta pada tahun 1755 (kota Yogyakarta sendiri mulai dibangun pada tanggal 7 Oktober 1756) Kasultanan Yogyakarta dengan rajanya Sultan Hamengku Buwana menjadi cikal bakal Kota Yogyakarta.

Sebagai kota lama, banyak peninggalan yang dapat ditemukan di Yogyakarta dan sekitarnya. Bukan hanya dari abad XVIII M, namun juga pada abad –abad sebelumnya. Pada abad XVI M, Yogyakarta menjadi pusat Kerajaan Mataram Islam. Sementara pada abad VIII M, sekitar Yogyakarta sudah menjadi pusat peradaban khususnya yang dipengaruhi oleh agama Hindu dan Budha. Hal ini terlihat dengan banyaknya peninggalan candi di wilayah Siwa Plateu (Prambanan, Ratu Boko, Kalasan, dan sekitarnya).

Pada masa kemerdekaan, Yogyakarta juga mengambil peranan penting dalam perjuangan bangsa Indonesia. Banyak tokoh nasional lahir di Yogyakarta dan mempengaruhi perjalanan bangsa ini seperti Ki Hajar Dewantara, KH Ahmad Dahlan, Sultan Hamengku Buwana IX, dan masih banyak lagi lainnya. Banyak peristiwa juga lahir di Yogyakarta seperti Serangan Umum 1 Maret. Yogyakarta juga pernah menjadi ibu kota Negara Republik Indonesia pada tahun 1946-1949. Yogyakarta juga dikenal sebagai kota pendidikan yang banyak dikunjungi oleh pelajar dan mahasiswa Indonesia.
Yogyakarta juga sebuah kota yang masih erat mempertahankan nilai-nilai dan tradisi budaya yaitu Jawa. Budaya itulah yang menjadi modal terbesar dalam pengembangan kota dikemudian hari, termasuk dunia kepariwisataannya. Saat ini Yogyakarta selalu berbenah dalam mewujudkan dirinya sebagai salah satu tujuan utama wisata Indonesia.

VISI KOTA YOGYAKARTA

Terwujudnya Kota Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan yang berkualitas, Pariwisata yang berbudaya, pertumbuhan dan pelayanan jasa yang prima, ramah lingkungan serta masyarakat madani yang dijiwai semangat Mangayu Hayuning Bawana

MISI KOTA YOGYAKARTA

1. Menjadikan dan mewujudkan lembaga pendidikan formal, non formal dan sumber daya manusia yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan tehnologi serta kompetitif dalam rangka mengembangkan pendidikan yang berkualitas.
2. Menjadikan dan mewujudkan pariwisata , seni dan budaya sebagai unggulan daerah dalam rangka mengembangkan kota sebagai kota pariwisata yang berbudaya.
3. Menjadikan dan mewujudkan Kota Yogyakarta sebagai motor penggerak pertumbuhan dan pelayanan jasa yang prima untuk wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan .
4. Menjadikan dan mewujudkan masyarakat yang menyadari arti pentingnya kelestarian lingkungan yang dijiwai semangat ikut memiliki/handarbeni.
5. Menjadikan dan mewujudkan masyarakat demokrasi yang dijiwai oleh sikap kebangsaan Indonesia yang berketuhanan, berkemanusiaan yang adil dan beradab, berkerakyatan dan berkeadilan sosial dengan semangat persatuan dan kesatuan

Dasar Hukum

Ketetapan DPRD Nomor 2 Tahun 1952 tentang Penetapan Lambang Kota Praja Yogyakarta

Makna Lambang :
1. Perbandingan ukuran 18 : 25 , untuk memperingati tahun permulaan perjuangan Pangeran Diponegoro di Yogyakarta (tahun 1825)
2. Warna Hitam : Simbol Keabadian

  • * Warna Kuning dan Keemasan : Simbol Keluhuran
  • * Warna Putih : Simbol Kesucian
  • * Warna Merah : Simbol Keberanian
  • * Warna Hijau : Simbol Kemakmuran

3. Mangayu Hayuning Bawono : Cita-cita untuk menyempurnakan masyarakat
4. Bintang Emas : Cita-cita kesejahteraan yang dapat dicapai dengan usaha dibidang kemakmuran

  • * Padi dan kapas: Jalan yang ditempuh dalam usaha kemakmuran pangan dan sandang

5. Perisai : Lambang Pertahanan
6. Tugu : Ciri khas Kota Yogyakarta
7. Dua sayap : Lambang kekuatan yang harus seimbang
8. Gunungan : Lambang kebudayaan

  • * Beringin Kurung : Lambang Kerakyatan
  • * Banteng : Lambang semangat keberanian
  • * Keris : Lambang perjuangan

9. Terdapat dua sengkala

  • *Gunaning Keris Anggatra Kota Praja : Tahun 1953 merupakan tahun permulaan pemakaian Lambang Kota Yogyakarta
  • *Warna Hasta Samadyaning Kotapraja : Tahun 1884

FLORA DAN FAUNA IDENTITAS KOTA YOGYAKARTA

Dalam rangka menumbuhkan menjadi kebanggaan dan maskot daerah telah ditetapkan pohon Kelapa Gading (Cocos Nuciferal vv.Gading) dan Burung Tekukur (Streptoplia Chinensis Tigrina) sebagai flora dan fauna identitas Kota Yogyakarta

Keberadaan pohon Kelapa Gading begitu melekat pada kehidupan masyarakat Yogyakarta, karena dikenal sebagai tanaman raja serta mempunyai nilai filosofis dan budaya yang sangat tinggi, sebagai kelengkapan pada upacara tradisional/religius, mempunyai makna simbolis dan berguna sebagai obat tradisional.

Burung tekukur dengan suara merdu dan sosok tubuh yang indah mampu memberikan suasana kedamaian bagi yang mendengar, menjadi kesayangan para pangeran dilingkungan kraton. Dengan mendengar suara burung tekukur diharapkan orang akan terikat kepada Kota Yogyakarta

No Comments

Trackbacks/Pingbacks

  1. http://%/bvxhuet4 - ... trackback ..... C'est un tr¨¨s faisant publier , j'¨¦tais ¨¤ la recherche de cette info. Juste si vous vous rendez ...